Pertanyaan tentang kelulusan itu emang bisa jadi pertanyaan yang
paling malas didengar sama sebagian orang. Kemarin-kemarin saya liat di
komen postingan Path Dewi (bukan nama sebenarnya) yang komen “Lo belum
lulus ya Wi?”. Dewi ini adalah teman seangkatan saya waktu SMA dulu,
kita sama-sama angkatan 2007 yang kalau lulus tepat waktu itu sekitar
tahun 2011. Dulu dia cukup terkenal di SMA tapi sekarang kuliahnya
terbengkalai mungkin karena beberapa faktor.
Menurut saya pertanyaan semacam ini bagi mahasiswa tingkat akhir apalagi yang sudah telat lulusnya, teman-teman sudah pada bekerja bahkan ada yang sudah mulai S3nya termasuk pertanyaan super sensitif, bikin mood langsung turun. Saya juga punya pengalaman paling nyebelin tentang pertanyaan itu. Dikampus saya wisuda gelombang pertama itu biasanya Oktober, kalau saya telat 1 periode wisuda jadi April 2012. Ga telat-telat banget lah ya. Sekitar bulan Februari 2012 saya ketemu teman semasa SMP dan SMA di mall, setelah basa-basi nanya kabar masing-masing sampailah ke percakapan:
Riri (bukan nama sebenarnya): Kamu udah lulus belum git?
Gita: Belum, insyaallah bulan depan sidang (masih senyum)
Riri: kamu tuh fakultas mipa kan, jurusan matematika ya, ih kok lama banget ya sih lulusnya (dengan nada menjudge)
Gita: ngga aku kimia, ya lumayan lah “ngelabnya” 2 semester, yang penting lulus diwaktu yang tepat (udah ga pake senyum lagi)
Kebayang deh muka saya waktu itu pasti berubah jadi judes. Dalem hati saya mikir kok dia ngomongnya gitu banget ya padahal kita sama-sama belum lulus, terus kenapa kalau saya anak mipa memangnya harus lulus 4 tahun. Kalau saya waktu itu lagi rese udah dibales deh “Lah temen-temen kita yang kuliah jurusan akutansi dari tahun 2011 udah pada lulus deh, kok kamu belum”. Pengalaman teman saya juga ada yang nanya tentang kelulusan ke salah satu senior aktifis kampus tapi ujung-ujungnya malah dibuat mikir karena sang senior itu jawabnya “Ngapain lo nanya-nanya tentang lulus ke gue, harusnya lo nanya sama diri lo sendiri sebelum lo lulus lo udah berbakti apa ke almamater ke negara sebagai mahasiswa”.Si senior ini malah jadi marah kan ditanya begitu dan teman saya juga bingung kan dia mau jawab apa.
Ga semua mahasiswa mengalami telat lulus itu karena malas atau karena hal negatif yang dibuatnya sendiri. Mungkin kita ga tau dibalik itu ada kesulitan yang mereka hadapi, ada nilai yang masih kurang, ada penelitian yang gagal terus, ada yang dapat tawaran pekerjaan terlebih dulu, ada yang bermasalah sama dosen pembimbing, ada yang kekurangan dana dan masih banyak faktor-faktor lainnya. So dari pada nanya-nanya kelulusan yang sensitif itu mending semangatin aja kali ya, yakinkan kalau mereka pasti bisa lulus dengan baik kalau berusaha (itupun kalau mereka cerita duluan).
Menurut saya pertanyaan semacam ini bagi mahasiswa tingkat akhir apalagi yang sudah telat lulusnya, teman-teman sudah pada bekerja bahkan ada yang sudah mulai S3nya termasuk pertanyaan super sensitif, bikin mood langsung turun. Saya juga punya pengalaman paling nyebelin tentang pertanyaan itu. Dikampus saya wisuda gelombang pertama itu biasanya Oktober, kalau saya telat 1 periode wisuda jadi April 2012. Ga telat-telat banget lah ya. Sekitar bulan Februari 2012 saya ketemu teman semasa SMP dan SMA di mall, setelah basa-basi nanya kabar masing-masing sampailah ke percakapan:
Riri (bukan nama sebenarnya): Kamu udah lulus belum git?
Gita: Belum, insyaallah bulan depan sidang (masih senyum)
Riri: kamu tuh fakultas mipa kan, jurusan matematika ya, ih kok lama banget ya sih lulusnya (dengan nada menjudge)
Gita: ngga aku kimia, ya lumayan lah “ngelabnya” 2 semester, yang penting lulus diwaktu yang tepat (udah ga pake senyum lagi)
Kebayang deh muka saya waktu itu pasti berubah jadi judes. Dalem hati saya mikir kok dia ngomongnya gitu banget ya padahal kita sama-sama belum lulus, terus kenapa kalau saya anak mipa memangnya harus lulus 4 tahun. Kalau saya waktu itu lagi rese udah dibales deh “Lah temen-temen kita yang kuliah jurusan akutansi dari tahun 2011 udah pada lulus deh, kok kamu belum”. Pengalaman teman saya juga ada yang nanya tentang kelulusan ke salah satu senior aktifis kampus tapi ujung-ujungnya malah dibuat mikir karena sang senior itu jawabnya “Ngapain lo nanya-nanya tentang lulus ke gue, harusnya lo nanya sama diri lo sendiri sebelum lo lulus lo udah berbakti apa ke almamater ke negara sebagai mahasiswa”.Si senior ini malah jadi marah kan ditanya begitu dan teman saya juga bingung kan dia mau jawab apa.
Ga semua mahasiswa mengalami telat lulus itu karena malas atau karena hal negatif yang dibuatnya sendiri. Mungkin kita ga tau dibalik itu ada kesulitan yang mereka hadapi, ada nilai yang masih kurang, ada penelitian yang gagal terus, ada yang dapat tawaran pekerjaan terlebih dulu, ada yang bermasalah sama dosen pembimbing, ada yang kekurangan dana dan masih banyak faktor-faktor lainnya. So dari pada nanya-nanya kelulusan yang sensitif itu mending semangatin aja kali ya, yakinkan kalau mereka pasti bisa lulus dengan baik kalau berusaha (itupun kalau mereka cerita duluan).